Kitosan adalah biopolimer alami yang dihasilkan dari kitin, yaitu senyawa penyusun utama pada kulit udang dan kepiting yang sering menjadi limbah industri perikanan. Kitosan dikenal ramah lingkungan, mudah terurai, tidak beracun, serta memiliki banyak manfaat di bidang pangan, kesehatan, pertanian, dan pengolahan limbah. Bahan ini memiliki gugus amina yang membuatnya bersifat reaktif sehingga efektif digunakan sebagai antibakteri, penyerap logam berat, dan pembentuk film alami. Proses pembentukan kitosan dilakukan melalui deasetilasi kitin, yaitu penghilangan gugus asetil pada struktur kitin menggunakan larutan basa kuat seperti natrium hidroksida pada suhu tinggi. Dalam proses ini, kulit udang dan kepiting terlebih dahulu dibersihkan, dikeringkan, lalu diolah untuk menghilangkan protein dan mineral sebelum tahap deasetilasi berlangsung. Hasil dari proses tersebut adalah kitosan dengan sifat yang lebih fleksibel dan fungsional sehingga bernilai guna lebih tinggi dibandingkan kitin asalnya.
Asam? Oh, dia itu si jagoan kimia yang suka banget beraksi di panggung asam-basa! Simpelnya, dia doyan banget 'ngelepas' hidrogen atau 'nangkep' pasangan elektron, persis kayak di buku kimia favorit kita.
Coba tebak, apa sih senyawa basa itu? Gampangnya, dia itu agen rahasia kimia yang suka banget ngeluarin 'kartu AS' berupa ion hidroksida (OH-) pas lagi berenang di air. Nah, si OH- inilah biang keladinya kenapa dia jadi si 'basa' yang jago netralisir!
Senyawa ion itu ibarat perjodohan serasi di dunia atom! Ada yang 'ngebet' melepas elektron jadi kation positif, ada juga yang 'lapar' elektron jadi anion negatif. Begitu mereka ketemu dan saling 'tarik-menarik', cling! Lahirlah senyawa ionik yang kokoh!
Bayangkan saja, senyawa molekuler itu seperti pesta atom! Dua atau lebih atom 'nyambung' dengan ikatan kovalen, alias mereka berbagi elektron layaknya teman akrab berbagi rahasia. Hasilnya? Entitas baru yang karakternya beda total dari 'kepribadian' atom aslinya!
Pernah dengar tentang senyawa oksida? Ibarat pasangan serasi, senyawa ini selalu punya oksigen (O) sebagai salah satu anggotanya, berikatan mesra dengan unsur lain! Oksigen biasanya pamer bilangan oksidasi -2, tapi si 'pasangan' ini bisa punya banyak gaya, lho, tergantung tipe oksida yang terbentuk. Bikin penasaran, kan?
Siapa sangka, di balik nama keren 'HCl', tersembunyi senyawa hidroklorida yang terbentuk dari duet maut atom hidrogen (H) dan klorin (Cl) dengan ikatan kovalen yang solid. Dijamin, HCl ini bintangnya kimia anorganik, lho! Sering nongol di industri dan lab, dia selalu punya peran penting.
Bayangkan saja senyawa biner itu seperti pasangan duet maut dalam dunia kimia! Mereka adalah senyawa yang hanya diperankan oleh dua jenis elemen yang saling bergandengan tangan. Uniknya, 'pasangan' ini bisa dari kasta berbeda—logam dengan non-logam—atau bahkan sesama non-logam. Intinya, kalau di tabel periodik, si 'kiri' biasanya logam, dan si 'kanan' itu non-logam. Seru, kan?
Tau gak sih, garam yang sering kamu taburin di makanan itu hasil cinta lokasi asam dan basa? Yup, mereka ketemu, saling tarik-menarik (kation dari basa, anion dari asam), terus jadian deh jadi ikatan ion yang solid! Chemistry banget, kan?
Si paling H2O ini, ternyata hasil 'cinta segitiga' antara dua hidrogen dan satu oksigen, lho! Yang bikin makin keren, dia bisa berubah wujud sesuka hati jadi cair, padat (es), atau bahkan ngebul jadi uap, tergantung suasana hati suhu dan tekanan di sekitarnya.
Kenalan yuk sama Amonium Klorida (NH4Cl)! Ini bukan sekadar nama keren, tapi senyawa anorganik yang tersusun dari duet maut ion amonium (NH4+) dan klorida (Cl-). Dikenal juga sebagai garam amonium atau E510, si serbaguna ini rajin banget nongol di industri dan laboratorium. Rahasianya? Sifat-sifat uniknya yang bikin dia jadi bintang di berbagai aplikasi!